Skip to main content

PENGUAPAN AIR MELALUI DAUN


                                        LAPORAN PENELITIAN


I.               JUDUL     : PENGUAPAN AIR MELALUI DAUN

II.             TUJUAN : UNTUK MENGETAHUI / MEMBUKTIKAN BAHWA AIR MENGUAP / KELUAR MELALUI DAUN

III.          ALAT        :

1.        BOTOL AQUA
2.       MISTAR/PENGUKUR

IV.           BAHAN    :

1.       BUNGA INE AIR
2.       AIR
3.       PEWARNA MERAH DAN KUNING

V.             PROSEDUR KERJA

1.       MASUKKAN AIR YANG TELAH DIBERI WARNA KEDALAM BOTOL AQUA
2.       Ambillah Bunga Ine Air,jangan dibuang tanahnya
3.       kemudian masukkan kedalam botol bersama dengan tanah yang lengket pada akarnya
4.       biarkan selama satu minggu
5.       amati perubahan yang signifikan pada percobaan tersebut
6.       Amati perubahan batang,daun dan airnya pada setiap harinya
7.       Ukurlah menggunakan mistar dari tempat yang telah ditentukan,berapa banyak air yang berkurang.

VI.           TINJAUAN

Sebatang tumbuhan yang tumbuh di tanah dapat dibayangkan sebagai dua buah sistem percabangan, satu di bawah dan satu di atas permukaan tanah. Kedua sistem ini dihubungkan oleh sebuah sumbu utama yang sebagian besar terdapat di atas tanah. Sistem yang berada di dalam tanah terdiri atas akar yang bercabang-cabang menempati hemisfer tanah yang besar. Akar-akar terkecil terutama yang menempati bagian luar hemisfer tersebut. Sistem yang terdapat di atas permukaan tanah mencakup suatu hemisfer serupa, dengan permukaan yang ditempati oleh cabang-cabang kecil berdaun lebat. Secara kolektif akar-akar kecil membentuk permukaan luas yang berhubungan dengan tanah, dan sama halnya dengan daun-daun yang juga membentuk permukaan luas yang berhubungan dengan udara. Dalam keadaan normal, sel-sel bergbagai akar dikelilingi oleh larutan tanah yang mempunyai tekanan osmosis umumnya di bawah −2 bar (atmosfer), dan sering kali hampir nol, sedangkan sel-sel daun dan bagian-bagian lain yang berada di atas tanah dikelilingi oleh udara tak jenuh yang kemampuan menyerap airnya beberapa bar. Karena sumbu yang menghubungkan akar dan daun memungkinkan air mengalir dengan tahanan yang wajar, maka tidak dapat dielakkan lagi bahwa air akan mengalir sepanjang gradasi tekanan air yang membentang dari tanah ke udara dalam tubuh tumbuhan. Oleh karena itu seluruh tumbuhan dapat dibandingkan dengan sebuah sumbu lampu, yang menyerap air dari tanah malalui akar, mengalirkannya melalui batang dan kemudian menguapkannya ke udara dari daun-daun (Loveless, 1991).
Meskipun air merupakan penyusun utama tubuh tumbuhan namun sebagian besar air yang diserap akan dilepaskan kembali ke atmosfer dan hanya sebagian kecil yang digunakan untuk proses metabolisme dan mengatur turgor sel. Hilangnya air dari tubuh tumbuhan terjadi melalui proses transpirasi dan gutasi (Soedirokoesoemo, 1993).
Transpirasi adalah hilangnya air dari tubuh-tumbuhan dalam bentuk uap melalui stomata, kutikula atau lentisel (Soedirokoesoemo, 1993).
        Ada dua tipe transpirasi, yaitu (1) transpirasi kutikula adalah evaporasi air yang terjadi secara langsung melalui kutikula epidermis; dan (2) transpirasi stomata, yang dalam hal ini kehilangan air berlangsung melalui stomata. Kutikula daun secara relatif tidak tembus air, dan pada sebagian besar jenis tumbuhan transpirasi kutikula hanya sebesar 10 persen atau kurang dari jumlah air yang hilang melalui daun-daun. Oleh karena itu, sebagian besar air yang hilang melalui daun-daun (Loveless, 1991).
Kecepatan transpirasi berbeda-beda tergantung kepada jenis tumbuhannya. Bermacam cara untuk mengukur besarnya transpirasi, misalnya dengan menggunakan metode penimbangan. Sehelai daun segar atau bahkan seluruh tumbuhan beserta potnya ditimbang. Setelah beberapa waktu yang ditentukan, ditimbang lagi. Selisih berat antara kedua penimbangan merupakan angka penunjuk besarnya transpirasi. Metode penimbangan dapat pula ditujukan kepada air yang terlepas, yaitu dengan cara menangkap uap air yang terlepas dengan dengan zat higroskopik yang telah diketahui beratnya. Penambahan berat merupakan angka penunjuk besarnya transpirasi (Soedirokoesoemo, 1993).
Proses transpirasi ini selain mengakibatkan penarikan air melawan gaya gravitasi bumi, juga dapat mendinginkan tanaman yang terus menerus berada di bawah sinar matahari. Mereka tidak akan mudah mati karena terbakar oleh teriknya panas matahari karena melalui proses transpirasi, terjadi penguapan air dan penguapan akan membantu menurunkan suhu tanaman. Selain itu, melalui proses transpirasi, tanaman juga akan terus mendapatkan air yang cukup untuk melakukan fotosintesis agar kelangsungan hidup tanaman dapat terus terjamin (Anonim, 2009).
Transpirasi juga merupakan proses yang membahayakan kehidupan tumbuhan, karena kalau transpirasi melampaui penyerapan oleh akar, tumbuhan dapat kekurangan air. Bila kandungan air melampaui batas minimum dapat menyebabkan kematian. Transpirasi yang besar juga memaksa tumbuhan mengedakan penyerapan banyak, untuk itu diperlukan energi yang tidak sedikit (Soedirokoesoemo, 1993).

VII.        HASIL PENGAMATAN

 Dari hasil pengamatan ini kami memperoleh data bahwa air telah berkurang sebanyak 1 inci.pada bagian batang terlihat terjadi perubahan warna dari keadaan semula menjadi berwarna sesuai dengan warna airnya, ini artinya bahwa air bergerak menuju daun untuk melengkapi kebutuhan proses foto sintesis dalam membentuk senyawa glukosa. Pergerakan air tersebut disebabkan oleh pembuluh angkut,daya isap,kapilaritas,dan pengaruh sel hidup yang terdapat pada tumbuhan tersebut.
Adapun pembuluh angkut tersebut Terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis, pada tumbuhan dikotil keduanya dipisahkan oleh kambium.
Pada akar, Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral menuju daun. Pada batang, xilem berfungsi sebagai sponsor penegak tumbuhan, sedangkan pembuluh Floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
Pembuluh angkut akan melakukan aktivitasnya apabila dipengaruhi beberapa faktor-faktor diantaranya adalah :
1.      Suhu  udara
2.      Cahaya
3.      Kelembaban udara
Setelah air sampai kedaun,dengan adanya karbon dioksida yang masuk melalui stomata daun dan didukung oleh sinar matahari sebagai energinya serta klorofil yang terletak pada kloroflas tepatnya pada palaside disitulah tempat terjadinya proses fotosinteis,dari proses tersebut dihasilkan senyawa diantaranya adalah Glukosa dan Oksigen.
Air yang telah sampai pada daun tidak semuanya dimanfaatkan untuk untuk proses foto sintesis,sebagian dari air tersebut ada yang diuapkan pada siang hari dan pada malam hari, penguapan pada malam hari disebut dengan Gutasi.proses penguapan ini berbeda dengan penguapan saat siang hari, penguapan ini membentuk titik-titik air yang keluar melalui stomata pada pinggir daun, sedangkan penguapan pada siang hari berbentuk gas.

VIII.      KESIMPULAN
Air merupakan suatu senyawa yang sangat berguna bagi kehidupan makhluk hidup untuk kebutuhan hidupnya,Karena tanpa adanya air,aktivitas makhluk hidup tak akan terjadi bahkan tidak akan ada kehidupan diatas bumi. Untuk itu sebagai makhluk yang sangat tergantung dengan  air sudah selayaknyalah kita menjaga kebersihan air. Dengan tidak mengotori lingkungan terutama di daerah tempat tinggal kita.






Dosen                                                                                                                                   Nama
1.       Jamil
2.       Nuraini
3.       Dewi sartika
4.      Azhar

Januaril, M.Pd
 


                                                                                                                

Comments